Halaman

10 Januari 2010

MANA HAKIM KITA



Mana keadilan
Mana kebijakan
Mana kesungguhan
Mana pengabdian sejati
Pada ibu pertiwi

Secuil kuambil
Itupun karena lapar
Bertahun hukumanku
Berates juta darimana
Aku hanya rakyat kecil
Akupun berhak hidup … teganya kau

Triliuan diembatnya
Tak sedikit ditelannya
Tapi
Cuma setahun Cuma sejuta
Sudah kaya bertambah kaya
Dikhianati, mau saja kau

Mana keadilan
Mana kebijakan
Mana kesungguhan
Mana pengabdian sejati
Pada ibu pertiwi

Sungguh heran aku
Hancur perasaanku
Remuk hatiku

buah karya: Nadiyatussilmi

31 Desember 2009

SEKOLAH KORUPSI


Sekolah Korupsi
Mr. Korup berencana menyiapkan sebuah sekolah tinggi yang berbasis pada disiplin ilmu korupsi. Kampusnya akan didirikan di seluruh Indonesia. Dan program studi yang disepakati adalah Program Studi Teknik Korupsi (S1). Gelar yang didapatkan adalah Sarjana Korupsi S. Krop (Sekrop)
Berikut mata kuliah keahlian yang diajarkan pada Program Studi Teknik Korupsi:
1. Pengantar Ilmu Korupsi 2 SKS
2. Pengantar Budaya Korupsi 2 SKS
3. Perekonomian Indonesia 2 SKS
4. Korupsi Dasar I 8 SKS
5. Matematika Korupsi 4 SKS
6. Hukum Dagang dan Perdata 3 SKS
7. Sistem Korupsi 4 SKS
8. Sejarah Korupsi 2 SKS
9. Korupsi Dasar II 4 SKS
10. Manajemen Korupsi 2 SKS
11. Perilaku Organisasi 2 SKS
12. Studi Kelayakan Korupsi 4 SKS
13. Pengantar Aplikasi Korupsi 8 SKS
14. Manajemen Proyek 4 SKS
15. Korupsi Menengah I 4 SKS
16. Korupsi Menengah II 4 SKS
17. Aplikasi Korupsi 8 SKS
18. Kapita Selekta Pengantar Bertahan Hidup di Bui 4 SKS
Tempat Magang:
1. Kepolisian
2. Kejaksaan Agung
3. Departemen Keuangan
4. KPU
5. BUMN
6. Departemen Agama
7. Pemerintah Daerah seluruh Indonesia.
Anda Berminat?. (kapanlagi.com/dar)

29 Desember 2009

KEGAGALAN ADALAH CAMBUK SEMANGAT


Anda punya masa lalu yang kurang menyenangkan?
Anda minder?
Don’t worry … tengoklah, betapa ragam kegagalan menjadi cambuk meraih prestasi di depan:
1. Walt Disney dipecat oleh seorang editor surat kabar karena dianggap tidak punya “ide-ide kreatif yang bagus”
2. Einstein baru bisa bicara pada usia empat tahun dan baru bisa membaca pada usia tujuh tahun
3. Beethoven dianggap “tak ada harapan sebagai composer” oleh guru musiknya
4. Paul Gauguin baru mencoba melukis setelah gagal sebagai pialang saham
5. Marilyn Ferguson: masa lalu anda bukanlah potensi anda. Orang yang berprestasi bukan dilahirkan tapi diciptakan.
sumber: buku "Super Acelerated Learning" karya Colin Rose dkk

27 November 2009

Negara jelas rugi ... Yg untung siapakah???



Dalam kontrak kerja sama (KKS) di sektor migas dikenal istilah bagi hasil dan cost recovery. Bagi hasil adalah kesepakatan pembagian hasil produksi migas (sektor hulu) antara pemerintah dengan Kontraktor KKS (KKKS). Biasanya berkisar antara 80:20. 80% untuk pemerintah indonesia dan 20% untuk KKKS.
Hebat n mantep khan ... pemerintah dapat lebih besar ???
heh ... sabar dulu brur ...
masih ada cost recovery (CR) ... YAITU pengembalian seluruh biaya investasi dan operasi yang telah dikeluarkan oleh KKKS. ASIK BENER YA JADI KKKS. dah dapat migas dengan modal otak dan dengkul doang ... modal duit ... cuman isapan jempol.
pemerintah terlalu baikkah??? atau terlalu ... waduh bingung cari istilah yang pas .... mungkin NAIF kali ya???
asal tahu aja ..... produksi migas terus menurun tapi CR terus menanjak tajam.
alhasil 80% bagi hasil pemerintah adalah ampas financial dari perasan yang bernama CR.
SIAPA YANG RUGI ??? .... YA INDONESIALAH
SIAPA YANG UNTUNG ??? .... nah ini dia ... biasa ...
kayak korupsi ... (eh jangan2 emang bagian dari korupsi ya) ... SUDAH GAMBLANG KORUPSI (PREDIKATNYA) TAPI SUSAH IDENTIFIKASI SUBJEK ALIAS KORUPTORNYA
sekedar info potensial pihak yang diuntungkan:
1. KKKS
2. Birokrat (bisa presiden, menteri, pejabat BP Migas, auditor pemerintah DLL)
3. Legislator / aleg.
4. WNI yang jadi bagian dari manajemen KKKS

bagaimana menurut Anda??
HEBATKAN INDONESIA???

berikut selayang pandang Cost Recovery;

Patgulipat Dana Cost Recovery
Lukman Hakim , dosen di Unija, Madura
Menunggaknya pembayaran pajak penghasilan (PPh) 2008-2009 oleh lima kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas belum lama ini -yang merugikan negara hingga USD 113,11 juta atau hampir Rp 1,3 triliun- hanya salah satu di antara seabrek persoalan migas yang perlu segera diurai. Patgulipat pembayaran dana cost recovery (CR) oleh pemerintah pada perusahaan kini seolah menjadi ajang aji mumpung para kontraktor migas.
Dari hasil audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) beberapa waktu lalu, banyak komponen CR yang tidak pada porsi sebenarnya. Misalnya, ongkos main golf, biaya kesehatan, corporate social responsibility (CSR), hingga biaya liburan oleh kontraktor dibebankan pada pemerintah.
Karena itu, nilai CR bertambah tahun kian meningkat, berkebalikan dengan produksi migas yang terus menurun. Pada 2008 saja, pemerintah menetapkan plafon USD 9,05 miliar (Rp 107 triliun) dari pengajuan CR USD 10,44 miliar (Rp 124 triliun). Tahun ini kontraktor migas mengajukan USD 12,9 miliar (153 triliun).
Markup
Besarnya dana CR yang diklaimkan perusahaan pada pemerintah berpotensi menggerogoti pemasukan negara. Karena itu, sekalipun sistem kontrak bagi hasil migas di atas kertas, tampaknya porsi yang diterima negara lebih besar dibanding porsi kontraktor migas, yaitu antara 70 persen : 30 persen hingga 85 persen : 15 persen. Namun, belum tentu bagi hasil itu memberikan keuntungan maksimal bagi rakyat Indonesia. Sebab, pembagian itu merupakan porsi net income yang masih harus dipotong dengan biaya operasional, pengeboran, dan eksplorasi yang dikenal dengan dana CR.
CR merupakan fitur penting lain dalam industri ekstraksi hidrokarbon, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. CR adalah sebuah ilusi yang memungkinkan kontraktor migas mendapatkan penggantian biaya-biaya yang telah dikeluarkan di dalam masa eksplorasi (yang menghasilkan migas) dan eksploitasi oleh pemerintah.
Dalam ketentuan migas yang baru, bahkan memungkinkan kontraktor migas untuk meminta persetujuan anggaran atau AFE (authorized financial expenditure) dari pemerintah melalui BP Migas hingga 100 persen dari total biaya yang telah dikeluarkan.
Tak hanya itu, khusus bagi kontraktor yang mau mengeksploitasi tambang marginal, BP Migas berani menawarkan insentif cost recovery mencapai 120 persen. Artinya, biaya eksplorasi dan eksploitasi kontraktor migas hampir mendekati nol. Kontraktor hanya menanggung risiko kalau eksplorasi tidak menghasilkan migas.
Di lain pihak, proses CR membuka peluang terjadinya markup dan manipulasi data. Apalagi, tidak ada standar baku mengenai apa yang boleh dimasukkan ke dalam komponen CR dan apa yang tidak. Semuanya bergantung pada negosiasi dengan BP Migas yang keputusannya bersifat arbitrary.
Dengan demikian, dalam komponen CR terbuka segala kemungkinan untuk meningkatkan jumlah biaya yang diganti. Termasuk, transfer pricing yang didukung bukti-bukti akuntansi material. Biaya-biaya yang telah masuk ke dalam komponen CR sulit dilacak. Sebab, telah dibukukan secara rapi oleh pihak kontraktor minyak.
CR tidak pernah disebut secara spesifik dalam kontrak PSC, hanya bahwa kontraktor menyediakan pendanaan, keahlian teknologi, dan menanggung segala risiko eksplorasi karena CR hanya merupakan metode penghitungan pengembalian dana yang dikeluarkan kontraktor.
Menyiasati CR
Untuk mencegat patgulipat pencairan dana CR yang selama ini dikembangkan, ada beberapa hal yang perlu dibenahi. Pertama, proses birokrasi yang selama ini melibatkan Departemen ESDM, Ditjen Migas, BP Migas, pemda, dan DPR, khususnya terkait penetapan kontrak, WP&B, AFE, dan POD, serta penetapan kebijakan lain harus menutup peluang terjadinya korupsi.
Kedua, pelaksanaan PSC mulai dari pengadaan equipment yang kerap dilakukan melalui leasing (bukan pembelian) telah menyebabkan kerugian negara. Di samping leasing itu tidak menjadikan aset yang didatangkan sebagai milik negara, dana yang dibutuhkan untuk leasing justru dialokasikan dalam perhitungan CR.
Ketiga, dalam setiap kontrak PSC biasanya selalu dirinci secara spesifik point of lifting (untuk minyak) dan delivery point (untuk gas) yang menjadi cut-off antara eksplorasi, eksploitasi, dan tahap selanjutnya. Biaya yang terjadi di luar masa eksplorasi dan eksploitasi (termasuk biaya pemasaran) selama ini justru dibebankan dalam perhitungan CR.
Apalagi PSC kerap melakukan misalokasi pembebanan biaya dari gas ke minyak sehingga bagi hasil untuk minyak 85 persen : 15 persen atau lebih besar untuk negara dibanding untuk PSC (untuk gas bumi 65 persen : 35 persen). Fakta itu menyebabkan terkuranginya bagian pemerintah dari equity to be split.
Tidak berhenti sampai di sini, misalokasi juga merambah ke dunia internasional. Sebab, perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia adalah bagian dari perusahaan induknya yang beroperasi secara internasional (world-wide). Misalokasi pembebanan biaya dari kantor pusatnya (di luar negeri) ke operating cost PSC di Indonesia telah banyak terjadi. Hal itu semakin memperbesar CR dan mengurangi penerimaan negara.
Perlu diketahui bahwa PSC merupakan kerja sama pemerintah dengan perusahaan swasta nasional dan asing. Beberapa PSC di Indonesia berada di bawah operator atau perusahaan induk yang sama.
Pada suatu perusahaan, terdapat banyak kontrak PSC, baik yang telah berproduksi maupun belum berproduksi. CR baru akan diberikan pemerintah apabila PSC tersebut telah menghasilkan migas. Penggeseran biaya dari PSC yang belum berproduksi ke PSC yang telah berproduksi untuk mendapatkan CR bisa terjadi dalam suatu perusahaan migas. Itu tentu memperbesar CR yang harus dibayar pemerintah.
Patgulipat CR terus dikembangkan tanpa bisa diidentifikasi secara pasti siapa yang diuntungkan; oknum negara yang melakukan kontrak ataukah PSC yang menjalankan kontrak. Akan tetapi, satu hal yang pasti, kedaulatan negara atas SDA yang seyogianya diperuntukkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat (pasal 33 UUD 1945) justru tidak pernah terwujud.
Ilusi atas nama CR bahkan pada suatu saat merambah ke beberapa hal berikut; a) perpindahan PSC atau jual beli economic interest; b) biaya training tenaga kerja untuk PSC; c) jumlah lifting yang tidak diaudit pengawas, hanya mempercayai dokumen yang katanya sudah computerized.
Padahal seharusnya, auditor melakukan random sampling terhadap proses uplift sehingga bisa diverifikasi sistem komputernya. Setidak-tidaknya, sistem komputer tersebut harus diaudit dan divalidasi secara teratur.

07 September 2009

HIDUP Q


HIDUP Q

Dalam suatu perjalanan hidup, Cita-cita terbesar adalah menuju kesempurnaan.
adakalanya aQ mesti berjuang, serta menyingkap segala rahasia kehidupan.
perjalanan menuju kesempurnaan adalah proses yang menentukan setiap tapak langkahQ.
setiap hembusan napas, detak jantung, dari siang menuju malam.
semua menuju titik yg sama yaitu kesempurnaan .
apa rahasia terbesar dalam hidup ini?
melewati hari ini dengan penuh makna. makna tentang cinta, ilmu dan iman.
dengan cinta hidup menjadi indah, dengan ilmu hidup menjadi mudah dan dengan iman hidup menjadi terarah.

Diunduh dari : Muhammad Ryan Saputra

26 Agustus 2009

Berjuta makna jenak jumpa








Bejuta makna jenak jumpa

Langit merah saga mewarnai awal hidup
Dinamika gegas manusia mengisi hidup
Jejak episode adalah aliran keniscayaan
Melarutkan jiwa dlm indahnya karya

Asa menyeruak menyambut hadirmu
Menabur nuansa nyaman tak jemu
Senyum lepasmu mengandung sejuta arti
Kuatkan simpul empati pada titik puruk diri

Sejenak dudukmu hangatkan pertemuan
Sejuta bina kau tebarkan
Selaksa inovasi kau tanamkan
Sehangat mentari pelukan pertemanan

Sekejap purnama rengkuhan hadirmu
Dinamika suhu karya tak kenal sirna
Sepenuh hati kami ikuti langgam karyamu
Selamat jalan sahabat setia

Segenggam doa kami tulus haturkan
Semoga sukses di tiap jenak kehidupan

20 Agustus 2009

basic instinc




kenapa ya?

sudah ada aturan, sudah ada prosedur, sudah disumpah, sudah banyak contoh fragmen penghuni cipinang ... tapi ya namanya penyelewengan/penyimpangan/korupsi tetap berjaya di negeri ini.
banyak konsep ditawarkan negara maju ke negeri ini atau malah kita yang emang keranjingan meng-adopt segala yang dari negara maju. contohnya makhluk aneh GCG (good corporate governant) dan lain lain yang pasti pembaca sudah tahun
seolah apa yg dari negara maju menjadi dewa penolong...

kenapa ya?

kita tidak coba menggali penyebab hakiki kesalahan/kebobrokan praktik birokrasi.
apa ya yg salah ....
yg dapat penulis asumsikan "penyebab hakikinya adalah basic instinc"
wah apa itu ???
jangan kebayang yg gak-gak lho ya....
basic instinc maksudnya naluri dasarnya
naluri manusia suka segala dg instan (cepat)
cepat kaya ... dll
tdk melihat proses utk kaya yang benar...

so, mau disumpah, mau dg pakta integritas, mau disumpahin ... apa lagi ...
MUSTINYA (bukan MUSTOFA lho) cukup dengan cuci otak, digeblok-geblok, dikucek-kucek, disetrika seluruh otak aparat birokrasi. intinya biar nalurinya bening sebening mata pembaca (hex3).... eh tapi bener lho ... mata anda begitu bening ....
nah ... biar makin bening, saksikan tayangan basic instinc ini (saya cuplik dari film finding nemo)

24 Juli 2009

Masalah adalah tantangan untuk MAJU


Masalah adalah tantangan untuk MAJU
www.lilmuse.com

Pada hari itu aku mendapatkan tekanan banyak sekali. Entah kenapa hari itu aku menjadi orang yang sangat berbeda. Aku sendiri tak mengenal siapa aku… dan pada akhirnya aku mendapatkan nasihat dari seorang sahabat, dia berkata….
“Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya. Bila anda menganggap masalah sebagai tantangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun, anggaplah masalah sebagai hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat keberhasilan dibalik setiap masalah.
Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapilah dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku! Sesaat kemudian, bukan kematian yang kita terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tak berani mengatasi masalah, anda tak akan menjadi seseorang yang sejati.”
Pada akhirnya aku menyadari, tak ada gunanya aku menganggap masalah adalah beban yang harus kutempuh sendiri. Aku harus bangkit !!! Aku harus buktikan bahwa aku memiliki Moral Mental MAJU!!!
Apapun yang aku lakukan, aku akan melakukannya dengan kebaikan hati. Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran. Aku perlu bertindak dengan kelembutan hati. Sukses tidak selalu dibangun di atas upaya sendiri. Di balik semua pencapaian pasti terselip pengorbanan orang lain. Itu semua terjadi bila aku melakukannya dengan kebaikan hati, siapapun mungkin rela berkorban untuk keberhasilan diriku.
Ya… aku selalu percaya, sahabat-sahabatku pasti akan selalu mengingatkanku untuk berbuat kebaikan. Mereka akan selalu menuntun aku menuju jalan yang benar

20 Juli 2009

Life is SHORT



Hai sobat ...
pa kabar ...
dengan segala kerendahan hati, beribu maaf n permakluman, kubaru bisa upload
bukan karena sok sibuk, tapi emang bener-bener sibuk ...
(sori ... bela diri)
semoga "life is short" dariku dapat mencerahkan hati siapapun yang melihat n menikmatinya
jujur saya katakan, clip tersebut bukan orisinil dari saya. saya peroleh dari teman.
saking banyaknya turunan penerima clip tsb, sampai-sampai gak tau "original creator"nya.
dan emang mungkin juga karena kupernya saya ...
tapi yg jelas ... niat hanya utk menebar yg bermanfaat
okey ..
see u later

17 Juni 2009

Pegawai Baru


Parto gembira luar biasa karena setelah dua tahun menganggur akhirnya dia diterima bekerja di sebuah perusahaan besar yang memiliki kantor gedung
bertingkat.
Pada hari pertama bekerja, dia mendapat ruangan kantor yang lumayan nyaman dan karena kelewat senang dia langsung angkat telepon dan berniat meminta minuman.
Telepon : "Hallo......?"
Parto : "Hei....... antar kopi ke ruangan saya sekarang juga ya....!!!!"
Telepon : " Kurang ajar.....!! tahu dengan siapa anda bicara sekarang ini hah...!!!"
Parto : "Tidak...."
Telepon : "SAYA PRESIDEN DIREKTUR DI PERUSAHAAN INI.. TAHU......!!!" (Parto ternyata tidak kalah gertak dan membalas)
Parto : "Oh.. Ya....! tahu dengan siapa Bapak bicara sekarang ini ....?"
Telepon : "Tidak...!!"
Parto : "Syukurlah kalau begitu...saya tetap bekerja di sini" (Dia langsung menutup ganggang teleponnya).